Sabtu, 27 Oktober 2012


GAYA LORENTZ
Gaya Lorentz merupakan nama lain dari gaya magnetic yaitu gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet, B. kapan gaya Lorentz timbul ?
Gaya magnetic (gaya Lorentz) timbul jika ada interaksi dua medan magnet contohnya kawat berarus dalam medan magnet, kawat sejajar berarus dan muatan yang bergerak dalam medan magnet.
A. Kawat Berarus dalam Medan Magnet
Pada setiap kawat berarus yang diletakkan dalam daerah bermedan magnet maka kawat tersebut akan merasakan gaya magnet. Gaya magnet atau gaya Lorentz merupakan besaran vektor. Arahnya dapat menggunakan kaedah tangan kanan, ibu jari sebagai arah I, empat jari lain sebagai arah B dan arah gaya Lorentz sesuai dengan arah telapak untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut : 
                                                                    
 















selain dengan cara di atas jari-jari tangan kanan diatur sedemikian rupa, sehingga Ibu jari tegak lurus terjadap telunjuk dan tegak lurus juga terhadap jari tengah. Bila arah medan magnet (B) diwakili oleh telunjuk dan arah arus listrik (I) diwakili oleh ibu jari, maka arah gaya lorentz (F) di tunjukkan oleh jari tengah. seperti pada gambar berikut :
Gaya lorentz pada penghantar bergantung pada faktor sebagai berikut :
(1) kuat medan magnet (B)
(2) besar arus listrik (I)
(3) panjang penghantar
sehingga dapat dirumuskan
keterangan :
F = gaya lorentz (N)
B = kuat medan magnet (Tesla)
I = kuat arus listrik (A)
L = panjang penghantar (m)
Jika B membentuk sudut θ terhadap I akan memenuhi persamaan berikut :

B. Kawat Sejajar Berarus









dari gambar di atas menunjukkan dua kawat penghantar sejajar yang terpisah sejauh a dialiri arus listrik I1 dan I2. Pada gambar yang arus listrik I1 searah dengan I2 ( gambar sebelah kiri) kedua kawat saling mendekat atau tarik menarik. Sedangkan untuk arus listrik I1 berlawanan dengan I2 , kedua kawat saling menjauh atau tolak menolak. Hal ini menunjukkan bahwa kedua kawat timbul gaya magnetic.
Perhatikan gambar dimana arus listrik I1 searah dengan I2 ( gambar sebelah kiri), arus listrik I1 menimbulkan induksi magnetic B1 di titik P sebesar :




Penghantar berarus I2 dipengaruhi oleh B1 sehingga mengalami gaya F2 sebesar :





Untuk kawat I2 menimbulkan induksi magnetic B2 di titik Q sebesar :





Penghantar berarus I1 dipengaruhi oleh B2 sehingga mengalami gaya F1 sebesar :





Dari persamaan di atas diperoleh gaya per satuan panjang kedua penghantar adalah sama.
Jika kedua arus pada kawat penghantar adalah sama besar maka persamaan di atas menjadi :




 

C.Gaya Lorentz Pada Muatan Bergerak
Muatan yang bergerak dapat disamakan dengan arus listrik. Berarti saat ada muatan yang bergerak dalam medan magnet juga timbul gaya magnetic ( gaya Lorentz).
Arus adalah muatan yang bergerak dan muatan yang dimaksud adalah muatan positif.
Gaya Lorentz yang ditimbulkan oleh muatan yang bergerak memenuhi persamaan :
di mana
F = gaya Lorentz (N)
B = medan magnet (Tesla atau Wb/m2)
q = muatan listrik (C)
v = kecepatan muatan (m/s)
Pemanfaatan Gaya Lorentz
Dalam kehidupan sehari-hari penerapan gaya lorentz dapat memudahkan pekerjaan manusia. Ciri khas dari motor listrik adalah adanya kumparan yang dilalui arus listrik dan timbulnya medan magnet yang menyebabkan kumparan berputar sehingga terjadilah sumber tegangan yang mengalirkan arus listrik, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kipas angin, bola lampu dan blender. 


Penerapan gaya lorentz yang lain, untuk alat ukur listrik, salah satunya adalah galvanometer. Galvanometer digunakan untuk mengukur arus listrik yang kecil. Prinsip kerjanya sama dengan motor listrik, yaitu berputarnya kumparan karena munculnya dua gaya Lorente sama besar tetapi berlawanan arah, yang bekerja pada dua sisi kumparan yang saling berhadapan.
Kawat tembaga dililitkan pada inti besi lunak berbentuk silinder membentuk statu kumparan, dan diletakkan diantara diantara kutub-kutub sebuah magnet hermanen. Arus listrik memasuki dan meninggalkan kumparan melalui pegas spiral yang terpasang di atas dan di bawah kumparan.
Maka sisi kumparan yang dekat dengan kutub utara dan kutub selatan mengalami gaya Lorente yang sama tetapi berlawanan arah, yang akan menyebebkan kumparan berputar. Putaran kumparan ditahan oleh kedua pegas spiral, sehingga kumparan hanya akan berputar dengan sudut tertentu. Putaran dari kumparan diteruskan oleh sebuah jarum untuk menunjuk pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh skala menyatakan besar arus listrik yang diukur. 




Pengeras suara bekerja berdasarkan prinsip gaya lorentz. Komponen dasar pengeras suara terdiri dari tiga bagian yaitu sebuah krucut yertas yang bersambungan dengan sebuah kumparan suara (silinder yang dikitari oleh kawat tembaga) dan sebuah magnet hermanen berbentuk silinder (kutub utara di tengah dan dikelilingi kutub selatan).
Ketika arus dilewatkan pada lilitan kumparan , maka padanya akan bekerja gaya lorentz yang disebabkan oleh magnet permanen. Besar kecilnya gaya bergantung pada arua yang dihasilkan oleh terminal pengeras suara sehingga akan menyebabkan maju mundurnya kerucut kertas yang menumbuk udara sehingga dihasilkan gelombang-gelombang bunyi sesuai dengan frekuensi pengeras suara. akan mengalir arus dari terminal pengeras suara menuju kumparan suara , sehingga didalam kumparan akan ada aliran elektron yang berada di dalam medan magnet.
Elektron yang berada di medan magnet akan mengalami gaya lorentz yang dapat menimbulkan maju atau mundurnya kerucut kertas, sehingga elektron-elektron yang ada disekitar kerucut bertumbukan dengan udara yang mengakibatkan gelombang bunyi.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Soal dan Pembahasan Induksi Magnetik
Menentukan Induksi magnetic di sekitar kawat berarus listrik
1. Sebuah kawat lurus dialiri listrik 5 A seperti gambar. (μo = 4π x 10-7 Wb/A.m)
Besar dan arah induksi magnet di titik P adalah . . . .
a. 4 x 10-5 T, ke kanan
b. 4 x 10-5 T, ke kiri
c. 5 x 10-5 T, tegak lurus menuju bidang kertas
d. 5 x 10-5 T, tegak lurus menjauhi bidang kertas
e. 9 x 10-5 T, tegak lurus mejauhi bidang kertas
2. Sebuah kawat lurus dialiri listrik 7 A seperti gambar berikut!
Besar dan arah induksi di titik Q adalah . . . .
a. 7,0 x 10-5 T, tegak lurus menuju bidang kertas
b. 7,0 x 10-5 T, tegak lurus menjauhi bidang kertas
c. 9,0 x 10-5 T, tegak lurus menuju bidang kertas
d. 9,0 x 10-5 T, tegak lurus menjauhi bidang kertas
e. 14,0 x 10-5 T, tegak lurus menuju bidang kertas
3. Seutas kawat lurus dilengkungkan seperti gambar dititik P
Jika jari – jari kelengkungan 2π cm dan induksi magnet dititik P (Bp) = 10-5 T dan μ0 = 4π x 10-7 Wb / A.m, kuat arus listrik yang mengalir pada kawat adalah . . . .
a. 4,0 A
b. 3,5 A
c. 3,2 A
d. 2,0 A
e. 1,0 A
4. Dua kawat penghantar dialiri arus listrik dengan arah dan besar seperti pada gambar (μ0 = 4π x 10-7 Wb / A.m)
Nilai induksi magnet dititik Q adalah . . . .
a. 8 x 10-5 masuk bidang gambar
b. x 10-5 masuk bidang gambar
c. x 10-5 keluar bidang gambar
d. x 10-5 masuk bidang gambar
e. x 10-5 keluar bidang gambar
5. Potongan kawat M dan N yang diberi arus listrik diletakkan seperti pada gambar !
Induksi magnet dititik P sebesar . . . .
a. 5μ0 (2π + 1 ) Tesla keluar bidang gambar
b. 5μ0 (2π-1 - 2 ) Tesla keluar bidang gambar
c. 5μ0 (2π + 2 ) Tesla masuk bidang gambar
d. 5μ0 (2π-1 + 1 ) Tesla masuk bidang gambar
e. 5μ0 (π-1 + 5 ) Tesla masuk bidang gambar
6. Seutas kawat lurus dilengkungkan seperti gambar dan dialiri arus 2 A.
Jika jari-jari kelengkungan 2π cm, maka induksi magnetic di titik P adalah . . . .
a. 5 x 10-5 T keluar bidang gambar
b. 4 x 10-5 T keluar bidang gambar
c. 3 x 10-5 T keluar bidang gambar
d. 2 x 10-5 T masuk bidang gambar
e. 1 x 10-5 T keluar bidang gambar
7. Susunan kawat berarus listrik dengan data seperti pada gambar ( kawat l sejajar dengan m di udara)
Jika permeabilitas udara μ0 = 4π x 10-7 Wb / A.m maka induksi magnetik di titik P adalah . . . .
a. 2 x 10-5 T keluar bidang gambar
b. 2 x 10-5 T masuk bidang gambar
c. 5 x 10-5 T keluar bidang gambar
d. 10 x 10-5 T keluar bidang gambar
e. 16 x 10-5 T masuk bidang gambar
8. Kawat lurus hamper bersinggungan dengan sebuah kawat melingkar yang berpusat di P seperti pada gambar , Jika I1 =I2= 5A dan jari-jari lingkaran = 10 cm.
besar dan arah induksi magnetic di titik P adalah . . . .
a. 2,14 x 10-5 Tesla, arah ke dalam
b. 2,14 x 10-5 Tesla, arah ke luar
c. 2,14 x 10-7 Tesla, arah ke dalam
d. 2,14 x 10-7 Tesla, arah ke luar
e. nol
untuk pembahasan soal-soal di atas klik DISINI
sekian dulu, semoga bermanfaat ya..................

Jumat, 12 Oktober 2012

Induksi Magnetik

Induksi Magnet
Dalam kehidupan sehari-hari tanpa anda sadari sering menggunakan alat-alat yang memanfaatkan magnet contohnya : loudspeaker, kompas, penutup pintu kulkas dan sebagainya.
Nah…..sekarang kita coba membahas mengenai medan magnet.
Kemagnetan , seperti halnya kelistrikan, tidak dapat dilihat tetapi efeknya dapat dilihat dan dirasakan. Sebuah magnet tetap umumnya terbuat dari baja, logam campuran khusus atau bahan yang disebut ferrit. Magnet memiliki 2 kutub yaitu kutub U (utara) dan kutub S (selatan). Kutub sejenis dari 2 magnet berbeda akan saling menolak sedangkan kutub yang tidak sejenis akan saling menarik.
Disekitar magnet selalu ada medan magnet. Medan magnet adalah ruang disekitar magnet yang masih dirasakan adanya gaya magnet.
Medan magnet dapat digambarkan dengan garis –garis gaya magnet yang keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan.
sampai disini penjelasan medan magnetnya udah dipahamikan……….., kalau begitu mari kita lanjutkan !
Medan magnet oleh arus listrik
Hubungan kelistrikan dan kemagnetan pertama kali ditemukan oleh Hans Christian Oerstead ( 1777 -1851). Orestead menemukan bahwa kompas yang diletakkan dekat kawat penghantar , jarum kompas menyimpang dari arah semula saat kawat dihubungkan dengan baterai dan arus listrik mengalir.dapat diketahui bahwa jarum kompas menyimpang ketika berada dalam medan magnet, sehingga Orestead menarik kesimpulan bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik yang mengalir melaui penghantar tersebut.
Untuk menentukan arah arus listrik dan garis-garis medan magnet, anda dapat menggunakan aturan tangan kanan.
Penggunaan aturan tangan kanan :
a. Jika arus listrik mengalir pada kawat lurus, maka jempol menunjukkan arah arus (i) dan jari-jari menunjukkan arah medan magnet (B)
b. Jika arus listrik mengalir pada kawat melingkar, maka jempol menunjukkan arah medan magnet (B) dan jari-jari menunjukkan arah arus (i).
Penggambaran arus atau medan magnet :
a. Tanda titik (.) artinya keluar bidang gambar.
b. Tanda titik (x) artinya masuk bidang gambar.
1. Induksi magnetic disekitar kawat berarus
untuk kawat lurus dan panjang
Keterangan:
I = kuat arus listrik (ampere)
a = jarak tegak lurus titik yang diamati ke kawat (m)
k = mo /4p =10-7 wb/A.m
mo = permeabilitas ruang hampa
2. Medan Magnet di Sekitar Kawat Melingkar
Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik dapat ditentukan dengan rumus :
Keterangan:
BP = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla ( T)
I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )
a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m )
r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )
θ = sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada lingkaran kawat dalam derajad (°)
x = jarak titik P ke pusat lingkaran dalam mater ( m )
dimana
Besarnya medan magnet di pusat kawat melingkar dapat dihitung
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
μo = permeabilitas ruang hampa = 4п . 10 -7 Wb/amp. m
I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m) = jari-jari lingkaran yang dibuat
Sebuah kawat melingkar berada pada sebuah bidang mendatar dengan dialiri arus listrik
Jika jari-jari lingkaran 8 cm dan arak titik P terhadap sumbu kawat melingkar adalah 6 cm maka tentukan medan magnet pada :
a. pusat kawat melingkar ( O )
b. dititik P
Jawab :
Diketahui :
I = 4 A
a = 8 cm = 8 . 10 – 2 m
x = 6 cm = 6 . 10 – 2 m
sin θ = a / r = 8 / 10 = 0,8
Ditanya : a. Bo = ……. ? b. BP = ……. ?
Dijawab :
3. untuk solenoida (kumparan kawat yang rapat)
Tanda = arah menembus bidang kertas
Tanda = arah keluar bidang kertas
· induksi magnet pada ujung solenoida
· induksi magnet ditengah solenoida
Keterangan:
l = panjang solenoida (m)
i = arus pada solenoida (A)
N = banyaknya lilitan
n = banyaknya lilitan persatuan panjang (N/ l )
4. untuk toroida
toroida adalah solenoida yang dilengkungkan
besar induksi magnet pada sumbunya:
l =keliling slingkaran
Contoh soal 1
Tentukan besarnya induksi magnet disuatu titik yang berjarak 2 cm dari kawat lurus panjang yang berarus listrik 30 A?
Penyelesaian:
Diketahui: a = 2 cm = 2 x 10-2 I = 30 A μo= 4 p x 10 -7 Wb/A.m
ditanya : B ?
Jawab:
Jadi induksi magnetnya 3 x 10-4 wb/m2
Contoh soal 2
Arus sebesar 2,5 A mengalir dalam kawat berupa lingkaran dengan jari-jari 3 cm. Berapa besar induksi magnet dititik P, bila:
a. titik P berada disumbu lingkaran yang berjarak 4 cm dari pusat lingkaran
b. titik P berada di pusat lingkaran
Penyelesaian:
induksi magnet disumbu lingkaran.
i = 2,5 A
r = 3 cm = 3 x 10-2 m
x = 4 cm = 4 x 10-2 m
sin q = r/a = 3/5, maka sin2q = (3/5)2 = 9/25
Jadi Induksi magnet di dititik P sebesar 3,6 x 10-6 wb/m2
Induksi magnet di M (pusat lingkaran)
Contoh soal 3
Sebuah toroida memiliki jari-jari 50 cm dialiri arus sebesar 1 A. Jika toroida tersebut memiliki 60 lilitan, hitunglah besar induksi magnetic pada sumbunya.
Penyelesaian
Diketahui: r = 50 cm = 0,5 m, N = 60, I = 1 A
Ditanya : B pada sumbu toroida?
Dijawab :
Sampai disini dulu untuk induksi magnetiknya,………….semoga bermanfaat…

Selasa, 10 Juli 2012

Rumus Lengkap Fisika

buat teman-teman yang malas buka buku fisikanya yang tebal, berikut saya sajikan kumpulan rumus-rumus fisika..
teman-teman langsung saja klik DISINI

SKL FISIKA SMA 2012/2013

SKL  UJIAN NASIONAL  SMA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Download Kisi-Kisi (SKL) Ujian Nasional SMA/MA (Program IPA) Fisika Tahun 2013


NO
KOMPETENSI
INDIKATOR
1.
Memahami prinsip-prinsip
mengukuran besaran fisika secara langsung dan tidak langsung dengan cermat, teliti dan objektif.
Membaca hasil pengukuran suatu alat ukur dan
menentukan hasil pengukuran dengan memperhatikan aturan angka penting.
Menentukan besar dan arah vektor serta
menjumlah/mengurangkan besaran-besaran vektor dengan berbagai cara.
2.
Memahami gejala alam dan
keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik, benda tegar, usaha, kekekalan energi, elastisitas, impuls, momentum dan masalah Fluida.
Menentukan besaran-besaran fisis gerak lurus, gerak
melingkar beraturan, atau gerak parabola
Menentukan berbagai besaran dalam hukum Newton
dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menentukan besaran-besaran fisis dinamika rotasi
(torsi, momentum sudut, momen inersia, atau titik berat) dan penerapannya berdasarkan hukum II Newton dalam masalah benda tegar.
Menentukan hubungan usaha dengan perubahan
energi dalam kehidupan sehari-hari atau menentukan besaran-besaran yang terkait.
Menjelaskan pengaruh gaya pada sifat elastisitas
bahan atau menentukan besaran-besaran terkait pada konsep elastisitas.
Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait
dengan hukum kekekalan energi mekanik.
Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait dengan tumbukan, impuls atau hukum kekekalan
momentum.
Menjelaskan hukum-hukum yang berhubungan
dengan fluida statik dan dinamik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Memahami konsep kalor dan prinsip
konservasi kalor, serta sifat gas ideal, dan perubahannya yang menyangkut hukum termodinamika dalam penerapannya mesin kalor.
Menentukan pengaruh kalor terhadap suatu zat,
perpindahan kalor, atau asas Black dalam pemecahan masalah.
Menjelaskan persamaan umum gas ideal pada
berbagai proses termodinamika dan penerapannya.
Menentukan besaran fisis yang berkaitan dengan
proses termodinamika pada mesin kalor.
4.
Menganalisis konsep dan prinsip
gelombang, optik dan bunyi dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi.
Menentukan ciri-ciri dan besaran fisis pada
gelombang.
Menjelaskan berbagai jenis gelombang
elektromagnet serta manfaat atau bahayanya dalam kehidupan sehari-hari.
Menentukan besaran-besaran fisis yang terkait
dengan pengamatan pada mikroskop atau teropong.
Menentukan besaran-besaran fisis pada peristiwa
interferensi dan difraksi.
Menentukan besaran-besaran fisis yang berkaitan
dengan peristiwa efek Doppler.

Sabtu, 30 Juni 2012